Senin, 12 September 2011

Resume PBO 02

Creating Class
       Class adalah suatu frame yang merupakan definisi yang memuat data dan method pengelola data. Class juga dapat diartikan sebagai tempat untuk membuat objek. Di dalam class dideklarasikan variabel dan method yang dimiliki oleh objek. Proses pembuatan objek dari suatu class disebut dengan instantiation. Jadi objek merupakan hasil instansiasi dari class. Objek disebut juga dengan instance. Class memiliki anggota yang disebut  anggota class (class member).
Anggota class terdiri dari: 
1. Atribut
2. Method
       Tiap anggota class memiliki kontrol pengaksesan tersendiri, artinya apakah anggota tersebut dapat diakses dengan bebas (tipe public) atau hanya dapat diakses melalui sebuah interface.

Contoh Pembuatan Class dengan nama sepedamotor
ATRIBUT
  • Warna merah
  • Mempunyai 2 roda
  • Mempunyai 2 spion
  • Merk ninja
Method
  • Nyalakan mesin
  • Ubah gigi
  • Belok kanan
//sepedamotor.java
class sepedamotor
{
String merk; //attribute dari class sepeda motor
String warna; 
int off=1;

//method dari class sepeda motor

void cetakAttribute ()
{
System.Out.println ("Merk sepedamotor:" +merk);
System.Out.println ("Warna sepedamotor:" +warna);
}

void hidupkanmesin()
{
System.Out.println("Mesin hidup");
off=0; //tanda mesin hidup
}

void matikanmesin()
{
System.Out.println("Mesin mati");
off=1; //tanda mesin mati
}
}

Pada contoh di atas attribute dan method terbungkus dalam suatu class, selanjutnya membuat object baru dengan menggunakan attribute dan method dari class tersebut. Contoh:

//sepedamotorberaksi.java
public class sepedamotorberaksi
{
public static void main (String[]args)
{
//membuat object terlebih dahulu
sepedamotor sepedamotorku = new sepedamotor ();

//memanggil atribut dan memberi input nilai
sepedamotorku . merk = "ninja";
sepedamotorku . warna = "merah";

//panggil method dari class sepedamotor
sepedamotorku . cetakAttribute ();
sepedamotorku . hidupkanmesin ();
sepedamotorku . matikanmesin ();
}
}

Constructor
       Konstruktor adalah fungsi khusus anggota kelas yang otomatis dijalankan pada saat penciptaan objek (mendeklarasikan instance). Konstruktor ditandai dengan namanya, yaitu sama dengan nama class. Konstruktor tidak mempunyai tipe hasil (return value). Biasanya konstruktor dipakai untuk inisialisasi anggota data dan melakukan operasi lain seperti membuka file dan melakukan alokasi memori secara dinamis. Meskipun konstruktor tidak harus ada dalam class, tetapi jika diperlukan konstruktor dapat lebih dari satu.
       Konstruktor adalah fungsi anggota yang mempunyai nama yang sama dengan nama class. Kegunaannya:
1. Mengalokasikan ruang bagi sebuah objek
2. Memberikan nilai awal terhadap anggota data suatu kelompok
3. Membentuk tugas-tugas umum lainnya 
Contoh
class jumlah
{
  public:
   int jumlah 1;
   int jumlah 2;
   jumlah ( );
};
jumlah objek1, objek2;
void main ( )
{
cout<<"didalam main ( ) \n";
cout<<"objek1.jumlah1 adalah "<<objek1.jumlah1<<endl;
cout<<"objek1.jumlah2 adalah "<<objek1.jumlah2<<endl;
cout<<"objek2.jumlah1 adalah "<<objek2.jumlah1<<endl;
cout<<"objek2.jumlah2 adalah "<<objek2.jumlah2<<endl;
}
jumlah : : jumlah ( )
{
cout<<"didalam jumlah ( ) \n";
}

Kesimpulan:
1. Nama konstruktor sama dengan nama kelas
2.Konstruktor tidak mempunyai nilai balik
3.Konstruktor harus diletakkan di bagian public,

Jenis - Jenis Konstruktor:
1. Konstruktor default: tidak dapat menerima argumen, anggota data diberi nilai awal tertentu
2. Konstruktor penyalinan dengan parameter: anggota data diberi nilai awal berasal dari
                                                                     parameter
3. Konstruktor penyalinan objek lain: parameter berupa objek lain, anggota data diberi nilai
                                                        awal dari objek lain

Relasi Antar Class
1. Asosiasi
Hubungan statis antar class. Umumnya menggambarkan class yang memiliki atribut dari class lain, atau class yang harus mengetahui eksistensi class lain. Panah navigabiliti menunjukkan arah query antar class

2. Agregasi
Hubungan yang menyatakan bagian ("terdiri atas..")

3. Pewarisan
Hubungan hirarki antar class. Class dapat diturunkan dari class lain dan mewarisi semua atribut dan metoda class asalnya dan menambahkan fungsionalitas baru, sehingga ia disebut anak dari class yang diwarisinya. Kebalikan dari pewarisan adalah generalisasi.

4. Hubungan Dinamis
Rangkaian pesan (message) yang di-passing dari satu class ke class lain. Hubungan dinamis dapat digambarkan dengan menggunakan sequence diagram.

     






Tidak ada komentar:

Posting Komentar